Breaking News
Loading...

Recent Post

Wednesday, 29 April 2015
no image

PENGARUH TARI KREASI KUDA LUMPING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LOKOMOTOR ANAK TAMAN KANAK KANAK:

Penelitian ini di latarbelakangi oleh suatu permasalahan dimana kurangnya keterampilan lokomotor pada anak TK . Gerak lokomotor anak TK  pada kelompok B sudah mulai berkembang, namun gerakan lokomotor anak terbatas dikarenakan kurangnya stimulasi. Sehingga anak tidak bisa menghasilkan atau membentuk gerakan yang lebih bervariasi. Salah satu alternativ yaitu melalui pembelajaran seni tari dengan menggunakan tari kreasi kuda lumping ini merupakan salah satu media pembelajaran yang dirancang untuk dapat membantu meningkatkan keterampilan lokomotor anak. adapun tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh atau peningkatan setelah menggunakan pembelajaran tari kreasi kuda lumping. Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimen, subjek penelitiannya yaitu, kelompok B2 di TK . Anak kelompok B2 diberi perlakuan (treatment) pembelajaran tari kreasi kuda lumping.

 Unduh secara lengkap daftar isi, dll di link
 Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5
no image

PROGRAM BIMBINGAN KARIER BERDASARKAN PENDEKATAN MYERS-BRIGGS TYPE INDICATOR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMBUATAN KEPUTUSAN KARIER

PROGRAM BIMBINGAN KARIER BERDASARKAN PENDEKATAN MYERS-BRIGGS TYPE INDICATOR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMBUATAN KEPUTUSAN KARIER

 Penelitian didasari oleh isu pembuatan keputusan karier, dimana untuk mencapai kehidupan karier yang sukses, dibutuhkan pengambilan keputusan karier yang tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan program bimbingan karier berdasarkan pendekatan Myers-Briggs Type Indicator yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pembuatan keputusan karier peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 . Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 . Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen kuasi dan menggunakan desain penelitian nonequivalent control group design. Sampel penelitian terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan menggunakan angket tertutup skala model likert. Teknik analisis data menggunakan statistik parametrik untuk mengukur uji beda dua rata-rata berpasangan dengan bantuan microsotf excell 2010 for windows dan SPSS 16.0 for windows. 

Hasil penelitian ini adalah: 1) profil umum kemampuan pembuatan keputusan karier kelas X SMP Negeri 1 ; 2) rumusan program bimbingan karier yang layak menurut pakar yang terdiri dari rasional, deskripsi kebutuhan, tujuan program, sasaran program, komponen program, rencana operasional, pengembangan tema, langkah-langkah layanan dan evaluasi; 3) Program bimbingan karier berdasarkan pendekatan Myers-Briggs Type Indicator efektif untuk meningkatkan kemampuan pembuatan keputusan karier peserta didik. Rekomendasi penelitian ini ditujukan kepada kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling dan peneliti selanjutnya. Kata Kunci: Kemampuan Pembuatan Keputusan Karier, Program Bimbingan Karier
Upaya meningkatka hasil belajar siswa melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) tentang sifat-sifat benda pada pembelajaran IPA

Upaya meningkatka hasil belajar siswa melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) tentang sifat-sifat benda pada pembelajaran IPA

Penelitian ini berjudul upaya meningkatka hasil belajar siswa melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) tentang sifat-sifat benda pada pembelajaran IPA. Berdasarkan pengalaman sehari-hari dalam kegiatan pembelajaran IPA, aktivitas belajar sebagian besar siswa masih rendah dan kurang optimal seperti kurang memperhatikan guru pada saat menerangkan, tidak cepat tanggap terhadap materi yang disampaikan guru atau lebih cenderung acuh terhadap materi pelajaran yang disampaikan guru. Untuk itu dilakukan penelitian yang difokuskan pada situasi kelas yang lebih dikenal dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SDN.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Subjek penelitian merupakan siswa kelas IV dengan jumlah siswa 27 orang, terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 17 orang siswi perempuan. secara umum penelitian bertujuan untuk meningkatakan hasil belajar siswa melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) tentang sifat-sifat benda pada mata pelajaran IPA. Sedangkan metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kontekstual dengan tekhnik pengumpulan data yaitu menggunakan lembar observasi guru dan siswa, catatan lapangan dan lembar evaluasi.

Unduh secara lengkap daftar isi, dll di link
 Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5
Penerapan pendekatan Contektual Teching And Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA tentang ciri-ciri dan kebutuhan mahkluk hidup

Penerapan pendekatan Contektual Teching And Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA tentang ciri-ciri dan kebutuhan mahkluk hidup

Penerapan pendekatan Contektual Teching And Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA tentang ciri-ciri dan kebutuhan mahkluk hidup subyek yang dikenai tindakan adalah siswa kelas III SDN Puncakwangi Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur semester I tahun pelajaran 2012-2013.Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini, antara lain perencanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching And Learning Tentang ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup, pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching And Learning tentang ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup, bagaimana hasil belajar siswa dapat meningkat dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching And Learning tentang ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup. Pembelajaran dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi pembelajaran yang diajarkannya kedalam situasi dunia nyata siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus tindakan. Setiap tindakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, hasil dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan observer kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dipokuskan kepada upaya guru dalam mengembangkan RPP dan kegiatan siswa teknik yang lain adalah lembar observasi untuk mengetahui jalannya pelaksanaan pembelajaran, serta dokumen data tentang hasil belajar untuk mengetahui peningkatan pelaksanaan dan hasil belajar dalam pembelajaran IPA dengan Pendekatan Contextual Teching and Learning (CTL).


Dari hasil penelitian ditemukan adanya peningkatan perencanaan pembelajaran dari siklus satu, dua dan tiga dilihat daripada RPP, lembar observasi dan catatan lapangan. Pelaksanaan pembelajaran dari setiap siklus ada peningkatan dapat dilihat dari pada aktivitas guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dan aktivitas siswa dalam kerja kelompok mengerjakan LKS dan hasil belajar dapat meningkat dilihat pada siklus satu siswa yang memenuhi KKM ada 11 orang, siklus dua siswa yang memenuhi KKM 20 orang dan siklus tiga siswa yang memenuhi KKM 33 orang jadi peningkatan hasil belajar siswa dalam bentuk persen (%) dari siklus I sekitar 33%, siklus II naik sekitar 27%, menjadi 60% dan di siklus III mengalami kenaikan sekitar 40% menjadi 100% dan dilihat dari nilai rata-rata pada siklus satu rata-rata siswa 6,00, rata-rata siklus dua 6,80, dan rata-rata siklus tiga 8,00, maka dari itu hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan yang dikembangkan guru dengan pendekatan CTL.
 Unduh secara lengkap daftar isi, dll di link
no image

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME TENTANG STRUKTUR TUMBUHAN DI KELAS IV SDN

Denganpenelitianini dilatar belakangi kenyataan bahwa hasil belajar siswa dalam mata pelajran IPA belum mencapai KKM. Ini terjadi karena proses pembelajaran yang dilakukan guru masih menggunakan metode ceramah. Akibatnyaproses pembelajaran kurang menarik dan membosankan. Berdasarkan hal tersebut salah satu upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar IPA yaitu dengan menerapkan pendekatan konstruktivisme.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, muncul benerapa persoalan yaitu: 1). Bagimana RPP yang harus dikembangkansesuai dengan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran struktur tumbuhan? 2). Bagaimana aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran mengenai struktur tumbuhan melalui pendekatan konstruktivisme? 3). Bagaimana hasil belajar siswa yang diperoleh pada struktur tumbuhan melalui pendekatan konstruktivisme?. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar siswa kelss IV SDN 2 Jati melalui pendekatan konstruktivisme. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 langkah dengan menggunakan model yang dikembangkan Kemmis dan Mc. Targar yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Sebagai alat pengumpul data adalah pedoman observasi, lembar kerja siswa (LKS). Perencanaan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan konstruktivisme harus disusun secara cermat berdasarkan ciri khusus melalui tahapan-tahapan apersepsi, eksplorasi, diskusi dan penjelasan konsep, pengembangan dan aplikasi konsep.

Adapun pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing. Sedangkan hasil belajar siswa menujukan adanya peningkatan yaitu: Pada siklus I nilai rata-rata siswa 73,0 dengan persentase yang mencapai KKM 83,33% sedangkan pada siklus II perolehan nilai rata-rata siswa 81.33 dengan persentase yang mencapai KKM 93,33% . Sebelum melaksanakan pembelajaran hendaknya siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan konsepsi terhadap materi yang akan dipelajari. Hal tersebut membuktikan bahwa peningkatan nilai Dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa dan perentasi KKM memuaskan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan konstruktivisme tentang struktur tumbuhan dapat meningkatkan hasi belajar siswa.

no image

Pengaruh Pengembangan Karir terhadap Kinerja Pegawai di Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah

Pengaruh Pengembangan Karir terhadap Kinerja Pegawai di Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini menyangkut pengembangan karir dan pengaruhnya terhadap kinerja pegawai di Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan di Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh pengembangan karir terhadap Kinerja Pegawai di Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode angket tertutup. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai (non widyaiswara) di Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat sebanyak 69 orang, dan untuk sampel berjumlah 40 orang. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus Weight Means Score (WMS), gambaran umum variabel X (Pengembangan Karir) berada pada kategori sangat baik dengan skor rata-rata 3,25. Sementara gambaran umum variabel Y (Kinerja Pegawai) berada pada kategori sangat baik, dengan skor rata-rata 3,64. Korelasi variabel X dan Y memiliki hubungan yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil koefisien korelasi sebesar 0,786 yang ada pada kategori kuat dan signifikan, dengan koefisien determinasi sebesar 61,7%, serta hasil analisis regresi yaitu Ŷ = 17,865+ 0,785X yang bersifat signifikan dan linier. Kesimpulan penelitian menyatakan pengembagan karir signifikan terhadap kinerja pegawai di Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat.


no image

Penelitian Tindakan Kelas pada Kelompok A TK : MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK-BENTUK GEOMETRI PADA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA GAMBAR GEOMETRI

Penelitian Tindakan Kelas pada Kelompok A TK : MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK-BENTUK GEOMETRI PADA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA GAMBAR GEOMETRI

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan anak dalam mengenal bentuk-bentuk geometri, serta terbatasnya media pembelajaran yang digunakan dalam mengenalkan bentuk-bentuk geometri. Salah satu alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan yaitu media gambar geometri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) Kondisi subjektif kemampuan mengenal bentuk-bentuk geometri pada anak sebelum menggunakan media gambar geometri, (2) Pelaksanaan penggunaan media gambar geometri, dan (3) Peningkatan kemampuan mengenal bentuk-bentuk geometri pada anak setelah menggunakan media gambar geometri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) jenis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar geometri dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri anak. Hal tersebut dapat terlihat dari perolehan hasil observasi pada kondisi awal penelitian bahwa kategori yang menonjol adalah kategori PS (Perlu Stimulasi) yaitu ada 96,9%, sedangkan pada kondisi akhir siklus I kategori yang menonjol adalah DP (Dalam Proses) yaitu ada 68,7% dan pada akhir siklus II kategori yang menonjol adalah BB (Berkembang Baik) yaitu 88%. Kesimpulannya adalah media gambar geometri dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk-bentuk geometri anak sehingga anak dapat menyebutkan, menunjukkan, mengelompokkan, dan menjiplak bentuk-bentuk geometri. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan media gambar geometri dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru. Kata Kunci : Media Gambar Geometri, Kemampuan Mengenal Bentuk-Bentuk Geometri

Download Here, Download Here 2, Download Here 3, Download Here 4,




no image

PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENUMBUHKAN KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS

 PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENUMBUHKAN KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS

Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi yang dilakukan di SMP Negeri 2 . Hasil Observasi menunjukkan bahwa adanya permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelas, beberapa permasalahan itu rendahnya kecerdasan interpersonal siswa, dan proses pembelajaran yang monoton. Dengan beberapa permasalahan tersebut, peneliti memberikan solusi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran, yaitu menerapkan metode Numbered Heads Together (NHT). Pengambilan metode ini juga dilatarbelakangi oleh kajian pustaka yang dilakukan peneliti. Dikatakan bahwa metode NHT dapat membuat siswa bekerjasama dengan baik, melatih tanggung jawab, saling membantu satu sama lain, beriteraksi, memiliki kepekaan sosial, dan dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana merencanakan dan melakukan metode NHT dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa, kendala yang dihadapi dan upaya apa yang dilakukan untuk menyelesaikan kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diadopsi dari Hopkins. Penelitian ini terdiri dari empat siklus yang mencakup empat tahapan pada setiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A SMP Negeri 2. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi, wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukan sangat baik karena bahwa pembelajaran melalui metode NHT dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa, dengan mempermudah siswa dalam berkomunikasi, memahami etika sosial, menghargai perbedaan pendapat dan memiliki antusias dalam pembelajaran IPS, serta menumbuhkan kreativitas siswa. Pelaksanaan penelitian mulai dari perencanaan, tindakan, hambatan, dan upaya. Kendala yang dihadapi adalah sarana dan prasarana yang kurang memadai, alokasi waktu yang yang kurang efisien, rendahnnya minat baca siswa serta minimnya wawasan siswa dan kesulitan dalam pengelolaan kelas. Upaya mengatasi hal tersebut adalah manajemen waktu yang baik pada saat pelaksanaan pembelajaran, sikap guru harus lebih tegas, perlu dukungan dari pihak sekolah dan keluarga. Kata kunci : Numbered Heads Together (NHT), Kecerdasan Interpersonal, pembelajaran IPS
Copyright © 2013 Penelitian Tindakan Kelas dan Kependidikan All Right Reserved