Breaking News
Loading...

Recent Post

Sunday, 17 May 2015
no image

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF MAGNETIC ALPHABET

Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya kemampuan membaca dalam permainan Magnetic Alphabet. Selain itu proses pembelajaran yang ada di kelas kurang diminati anak. Seorang guru tidak menggunakan alat permainan Magnetic Alphabet karena alat permainan edukatif tersebut tidak disediakan di sekolah. Penelitian ini di titik beratkan pada permainan Magnetik Alphabet.

Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dalam alat permainan edukatif magnetic alphabet. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas sebanyak 2 (dua) siklus dimana disetiap siklusnya terdapat 2 (dua) tindakan. Subyek penelitian yaitu anak kelompok A di TK Download 1 Download 2 Download 3
no image

MENINGKATKAN DISIPLIN PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN : Penelitian Tindakan Kelas

MENINGKATKAN DISIPLIN PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN : Penelitian Tindakan Kelas

 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya disiplin pada anak usia dini yang diperlukan anak untuk perkembangan tahap selanjutnya. Masalah yang ditemukan di kelompok B1 TK Islamiyah masih rendahnya dalam disiplin, karena penanaman disiplin yang diterima anak di rumah ataupun di sekolah masih kurang. Hal ini disebabkan pendidik cenderung pada pencapaian target akademik. 

Masalah tersebut menjadi alasan yang mendasari rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimana kondisi objektif disiplin di TK belum penggunaan metode bermain peran? 2) Bagaimana langkah-langkah penerapan metode bermain peran di kelompok B1 TK? 3) Apakah metode bermain peran dapat meningkatkan disiplin anak kelompok B1 TK? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode bermain peran dapat meningkatkan disiplin pada anak kelompok B1 TK . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tindakan Kelas, yang terdiri dari: Perencanaa,, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah kelompok B1 TK I, yang berjumlah 17 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Download 1 Download 2 Download 3
no image

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MENJIPLAK

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MENJIPLAK 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak di PAUD  pada umumnya masih rendah. Hal ini terlihat, dikarenakan kemampuan motorik halus yang belum matang. Pembelajaran bidang kemampuan motorik halus di PAUD  hanya mengikuti pembelajaran yang kurang menarik bagi anak. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, dipandang perlu untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran motorik halus. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya melalui kegiatan menjiplak di PAUD  sebagai alternative untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang ada. 

Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal kemampuan motorik halus, sejauhmana keberhasilan anak setelah guru menggunakan pembelajaran kegiatan menjiplak dan mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus anak setelah diberi tindakan. Manfaat dari penelitian ini adalah memotivasi siswa lebih aktif, mengembangkan imajinatif anak, mengembangkan kemampuan motorik halus. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini yaitu Kelompok B yang berjumlah 23 anak. Download 1 Download 2 Download 3
Wednesday, 13 May 2015
PENERAPAN MODEL CHILDREN’S LEARNING IN SCIENCE (CLIS) UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP IPA

PENERAPAN MODEL CHILDREN’S LEARNING IN SCIENCE (CLIS) UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP IPA

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPA pada materi perubahan kenampakan bulan yaitu sebesar 61, selain itu dalam penyampaian konsep IPA yang abstrak diatasi dengan penjelasan guru dengan bantuan media gambar saja padahal pembelajaran IPA sebaiknya melalui proses penemuan.

PENERAPAN MODEL CHILDREN’S LEARNING IN SCIENCE (CLIS) UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP IPA
Penelitian ini difokuskan pada upaya peningkatan penguasaan konsep IPA melalui penerapan model Children’s Learning in Science (CLIS). Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan peningkatan penguasaan konsep IPA pada kelas eksperimen melalui penerapan model CLIS dan kelas kontrol melalui penerapan model konvensional, (2) mendeskripsikan perbedaan peningkatan penguasaan konsep IPA pada kelas eksperimen dan kelas kontrol melalui instrumen tes tertulis. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan Nonequvalent Control Group Design. Sampel untuk kelas eksperimen adalah SDN
download1  Download 2  Download 3
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMBUAT KARYA DENGAN MENERAPKAN KONSEP PERUBAHAN ENERGI GERAK MELALUI METODE INKUIRI

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMBUAT KARYA DENGAN MENERAPKAN KONSEP PERUBAHAN ENERGI GERAK MELALUI METODE INKUIRI

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya siswa yang belum mencapai nilai KKM sebesar 70 khususnya pada mata pelajaran IPA dengan materi perubahan energi gerak. Penerapan metode belajar yang tidak optimal dan monoton diduga menjadi salah satu indikator kurangnya keberhasilan mencapai tujuan pembelajaran.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMBUAT KARYA DENGAN MENERAPKAN KONSEP PERUBAHAN ENERGI GERAK MELALUI METODE INKUIRI
Tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah untuk mendeskripsikan rencana pembelajaran menggunakan dengan metode inkuiri pada materi perubahan energi gerak mata pelajaran IPA, mendeskripsikan pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan metode inkuiri pada materi perubahan energi gerak mata pelajaran IPA, mendeskripsikan kemampuan siswa membuat karya dengan menggunakan metode inkuiri pada materi perubahan energi gerak mata pelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan mengadopsi model Kemmis & McTaggart melalui tiga siklus pembelajaran. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi keterampilan proses dan lembar penilaian produk
Penelitian tindakan kelas: PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MATERI BILANGAN BULAT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

Penelitian tindakan kelas: PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MATERI BILANGAN BULAT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar khususnya materi Bilangan Bulat dianggap pelajaran yang relatif sulit karena tingkat pemahaman siswa terhadap konsep bilangan bulat masih rendah. Hal tersebut dikarenakan materi yang diajarkan tidak berusaha dihubungkan dengan “konteks” dimana pembelajaran berlangsung, sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna. Demikian pula cara guru melaksanakan pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah yang tidak sesuai dengan tahap berpikir siswa yang masih konkret.

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika dengan materi Bilangan Bulat melalui penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) di kelas IV dengan jumlah siswa 29 orang. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus dengan dua kali pertemuan dalam tiap siklusnya disertai instrumen penelitian berupa tes, format observasi, dan angket.
  Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5

Analisis kemampuan inkuiri siswa SMP melalui pembelajaran levels of inquiry model pada topik gerak bumi

Analisis kemampuan inkuiri siswa SMP melalui pembelajaran levels of inquiry model pada topik gerak bumi

Berdasarkan KTSP, pendidikan IPA bukan hanya diarahkan untuk mampu menguasai kumpulan pengetahuan tetapi juga memerlukan adanya proses penemuan sehingga IPA perlu diarahkan untuk inkuiri. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa pada umumnya astronomi yang di dalamnya memuat materi gerak bumi diajarkan melalui metode ceramah dan siswa hanya memperoleh informasi mengenai materi ini berasal dari buku.

Menurut Wenning tidak semua guru IPA menerapkan inkuiri secara efektif, sehingga Wenning mengusulkan enam tingkatan inkuiri yang dinamakan levels of inquiry model yang tingkatannya terdiri dari discovery learning, interactive demonstration, inquiry lesson, inquiry labs, real-world application, dan hypothetical inquiry. Penelitian ini diberi judul “Analisis kemampuan inkuiri siswa SMP melalui pembelajaran levels of inquiry model pada topik gerak bumi.” Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan inkuiri siswa melalui pembelajaran levels of inquiry model pada topik gerak bumi. Alat pengumpul data berupa rubrik penilaian kemampuan inkuiri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengolahan data kemampuan inkuiri dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata kemampuan inkuiri yang diperoleh siswa. Download 1 Download 2 Download 3
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DINI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA FLIPCHART

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DINI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA FLIPCHART

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DINI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA FLIPCHART

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DINI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA FLIPCHART Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ditemukan di TK , yaitu kemampuan membaca dini anak masih rendah. Hal ini ditunjukan dengan anak merasa sulit ketika guru melakukan pertanyaan saat pembelajaran berlangsung. Secara umum tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca dini di TK . Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaborasi dengan guru kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah murid  tahun ajaran 2011/2012 sebanyak 22 siswa, terdiri 12 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Data yang terkumpul merupakan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metoda penelitian yang digunakan Penulis adalah metoda PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan cara observasi/ penelitian secara langsung.
 

Penerapan Pendekatan Konstruktivis untuk Meningkatkan Hasil belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA

Penerapan Pendekatan Konstruktivis untuk Meningkatkan Hasil belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA

Penerapan Pendekatan Konstruktivis untuk Meningkatkan Hasil belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA. Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya konsentrasi siswa dalam belajar dan nilai siswa di bawah KKM dengan tujuan untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas III.

Penerapan Pendekatan Konstruktivis untuk Meningkatkan Hasil belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA
Penelitian Tindakan Kelas ini dalam pelaksanaannya terdiri dari 3 siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatkan hasil belajar siswa, yaitu rata-rata siklus I, II, dan III nilai aktivitas siswa dengan kriteria baik serta penilaian proses dan penilaian akhir juga menunjukkan nilai di atas KKM.Dengan demikian semua siswa kelas III yang dijadikan subjek penelitian telah mencapai KKM sebagai dasar disimpulkan bahwa pendekatan konstruktivis ini efektif digunakan dalam pembelajaran IPA.
Sunday, 10 May 2015
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP MEMBILANG MELALUI PERMAINAN BOLA

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP MEMBILANG MELALUI PERMAINAN BOLA

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP MEMBILANG MELALUI PERMAINAN BOLA 

 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep membilang anak melalui permainan bola di kelompok A Taman Kanak-Kanak.  Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif yang menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Subyek pada penelitian ini adalah anak kelompok A TK PKK  yang berjumlah 18 anak, yang terdiri dari 10 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi (check list). Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. unduhan


no image

UPAYA MENGEMBANGKAN PERILAKU KEDISIPLINAN MELALUI BERMAIN BALOK PADA ANAK

UPAYA MENGEMBANGKAN PERILAKU KEDISIPLINAN MELALUI BERMAIN BALOK PADA ANAK 

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perilaku kedisiplinan melalui bermain balok pada anak kelompok B1 TK.  Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelompok B1 yang berjumlah 18 orang, terdiri dari 12 anak laki-laki, 6 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Instruyen penelitian yakni panduan observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ádalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN SUNDA MANDA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN SUNDA MANDA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN SUNDA MANDA

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelompok B1 TK yang berusia 5-6 tahun, jumlahnya 9 siswa terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan. Objek penelitian ini adalah kemampuan motorik kasar siswa khususnya keseimbangan, kekuatan dan kelincahan. Teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa panduan observasi. 

 Teknik analisis data menggunakan diskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I berupa permainan sunda manda dengan urutan rintangan setinggi 5 cm, 10 cm, 15 cm,dan 20 cm dalam satu kali permainan. Siklus II berupa perbaikan cara bermain dan perbaikan pelaksanaan pembelajaran, tindakan yang dilakukan berupa bermain sunda manda dengan satu ketinggian dalam setiap permainannya, hanya 5 cm, 10 cm,15 cm, dan 20 cm. Keterampilan yang diamati dalam permainan sunda manda pada siklus I dan siklus II yaitu keseimbangan, kekuatan,dan kelincahan.
PTK PAUD; PENINGKATAN SIKAP TOLERANSI MELALUI KEGIATAN BERCERITA PADA ANAK

PTK PAUD; PENINGKATAN SIKAP TOLERANSI MELALUI KEGIATAN BERCERITA PADA ANAK

PENINGKATAN SIKAP TOLERANSI MELALUI KEGIATAN BERCERITA PADA ANAK

 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap toleransi pada anak kelompok A TK  melalui kegiatan bercerita. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, subjek penelitian adalah anak Kelompok A TK Karya Rini. Kegiatan bercerita terutama cerita tentang pengalaman pribadi anak mampu memunculkan keragaman cerita dalam kelompok. Sikap toleransi yang dikembangkan adalah menghargai perbedaan dengan bersabar, mengembangkan sikap tenggang rasa dan menahan emosi ketika melihat adanya perbedaan melalui proses interaksi selama kegiatan bercerita. 

PTK PAUD; PENINGKATAN SIKAP TOLERANSI MELALUI KEGIATAN BERCERITA PADA ANAK
 Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus dengan menggunakan teknik observasi sebagai alat pengumpulan data serta menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian adalah dengan melakukan kegiatan bercerita pengalaman pribadi anak secara klasikal pada siklus I. Dalam kegiatan ini guru lebih banyak memberikan arahan tentang bagaimana cara menghargai cerita teman yang berbeda. download
no image

Peningkatan keterampilan bercerita ekspresif anak usia 5-6 tahun dengan role playing di TK

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, yang dilakukan bekerja sama dengan guru kelas. Subjek penelitian sebanyak 9 anak, yang terdiri 8 laki-laki dan 1 perempuan. Objek penelitian adalah keterampilan bercerita ekspresif dengan role playing. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. downloadlink
Saturday, 9 May 2015
PTK SMA: PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SEJARAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION KELAS XI IPS 2 SMA

PTK SMA: PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SEJARAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION KELAS XI IPS 2 SMA

Pembelajaran dikatakan berhasil ketika siswa dapat memahami apa yang telah diterimanya. Penggunaan model pembelajaran tidak hanya membantu guru dalam mengajar tetapi juga memudahkan siswa dalam memahami materi yang dipelajari. Hasil observasi awal di SMA Negeri 2  diperoleh data bahwa siswa kelas XI IPS 2 masih memiliki masalah dengan aktivitas dan hasil belajar untuk mata pelajaran sejarah. Ketuntasan belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 2 sebelum dilakukan penelitian sebesar 32,5%, sehingga aktivitas belajar siswa masih rendah.

PTK SMA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah dapat kelas XI IPS 2 SMA . Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri , subjek penelitian adalah kelas XI IPS 2 yang berjumlah 40 siswa yang akan diteliti aktivitas dan hasil belajar melalui model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Prosedur penelitian tindakan terdiri dari dua siklus. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah RPP, lembar observasi aktivitas siswa dan guru, dan soal tes evaluasi. download
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TK MELALUI KEGIATAN MEMASAK :Penelitian Tindakan Kelas

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TK MELALUI KEGIATAN MEMASAK :Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B di RA Nurul Iman. Ditemukan permasalahan yaitu banyaknya anak kelompok B yang belum mampu melipat kertas dan masih ada beberapa anak yang masih kesulitan dalam mengancingkan baju. Rumusan masalah dalam penelitian ini: (1) Bagaimana kondisi awal kemampuan motorik halus siswa kelompok B di RA Nurul Iman sebelum penerapan kegiatan memasak? (2) Bagaimana penerapan kegiatan memasak yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus siswa kelompok B di RA Nurul Iman? (3) Bagaimana peningkatan kemampuan motorik halus siswa kelompok B setelah penerapan kegiatan memasak di RA Nurul Iman?. Tujuan secara umum penelitian ini yaitu untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan kegiatan memasak dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TK MELALUI KEGIATAN MEMASAK :Penelitian Tindakan Kelas

 Download 1 Download 2 Download 3

MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA ANAK USIA DINI DENGAN TEKNIK MIND MAPPING

MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA ANAK USIA DINI DENGAN TEKNIK MIND MAPPING

 MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA ANAK USIA DINI DENGAN TEKNIK MIND MAPPING

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang ditemukan di PAUD  yaitu penguasaan kosakata yang masih belum optimal, guru kurang kreatif dalam menyampaikan materi pembelajaran, metode yang diguakan guru kurang bervariasi sehingga anak tidak begitu antusias mengikuti kegiatan belajar, dan kurangnya pengetahuan guru mengenai metode mengajar yang tepat sehingga kurang menarik untuk anak. Fokus penelitian ini adalah (1)Bagaimana profile pengguasaan kosakata anak pada kelompok B di PAUD ?, (2) Bagaimana penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan penguasaan kosakata anak pada kelompok B di PAUDi?, (3) Bagaimana tingkat kemampuan penguasaan kosakata anak sesudah diterapkan metode mind mapping pada kelompok B di PAUD . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penguasaan kosakata anak dan untuk meningkatkan penguasaan kosakata anak. Metode yang digunakan yaitu Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif.
  Download 1 Download 2 Download 3
Penelitian Tindakan Kelas: MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK ASPEK MENULIS MELALUI MEDIA LILIN: Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas: MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK ASPEK MENULIS MELALUI MEDIA LILIN: Penelitian Tindakan Kelas

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK ASPEK MENULIS MELALUI MEDIA LILIN: Penelitian Tindakan Kelas

 Penelitian ini dilatar belakangi oleh timbulnya permasalahan yang terjadi di TK  tentang keterampilan motorik halus anak khususnya kelas B2. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa permasalahan terjadi karena kurangnya latihan keterampilan-keterampilan motorik halus, media yang kurang bervariatif yang melibatkan gerakan-gerakan otot-otot halus anak. Hasil observasi awal menunjukkan keterampilan motorik halus anak belum tercapai maksimal terbukti ketika guru memberikan kegiatan keterampilan motorik halus kepada anak-anak masih banyak anak yang membutuhkan bantuan dari guru dan hasil dari kegiatan motorik halus anak belum optimal. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana kondisi objektif keterampilan motorik halus anak di TK Kartika sebelum menggunakan media lilin, (2) bagaimana penerapan kegiatan dengan media lilin untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak di TK Kartika, (3) bagaimana peningkatan keterampilan motorik halus anak di TK Kartika setelah menggunakan media lilin. Untuk itu penulis melakukan penelitian dalam meningkatakan keterampilan motorik halus anak TK Kartika melalui media lilin dengan asumsi kegiatan ini dapat menjadi kegiatan pembelajaran yang menarik untuk meningkatakan keterampilan motorik halus anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan sampel kelompok B2 TK KAD yang berjumlah 18 anak.  Download 1 Download 2 Download 3

Friday, 8 May 2015
PENERAPAN PERMAINAN DART UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPS

PENERAPAN PERMAINAN DART UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPS

Proses pembelajaran sejarah di MA  didominasi dengan model belajar ceramah, dan kurang menerapkan model pembelajaran. Hal ini sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, guru harus mulai menggunakan model-model pembelajaran yang merangsang keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui bagaimana meningkatkan prestasi siswa dengan penerapan permainan Dart, (2) untuk mengetahui kendala yang dihadapi pada penerapan permainan Dart, (3) untuk mengetahui kelebihan yang dihadapi pada penerapan permainan Dart. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif yang terdiri dari 3 siklus.

Setiap siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari guru dan siswa. Proses pengambilan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan test hasil belajar. Validitas data yang digunakan dalam penelitian ini dengan triangulasi, yang terdiri dari triangulasi sumber data dan metode. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif.
 DBab 1 Bab 2 DBab  3 Download bab 4  Download 5
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFDENGAN METODE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN AKTIVITAS BELAJAR AKUNTANSI

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFDENGAN METODE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN AKTIVITAS BELAJAR AKUNTANSI

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFDENGAN METODE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN AKTIVITAS BELAJAR AKUNTANSI

 Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan Minat Belajar Akuntansi dan Aktivitas Belajar Akuntansi siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri Tahun Ajaran 2013/2014 melalui Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Snowball Throwing. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk kolaboratif dan partisipatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. 

 Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, angket dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif dengan persentase yang dilakukan dengan mendeskripsikan data kuantitatif yang diperoleh, disajikan dalam bentuk tabel dan grafik untuk kemudian dilakukan penarikan kesimpulan.download
Thursday, 7 May 2015
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG PERKALIAN MELALUI METODE DISCOVERY

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG PERKALIAN MELALUI METODE DISCOVERY

Kemampuan pemahaman operasi hitung perkalian adalah salah satu tujuan penting dalam pembelajaran matematika, memberikan pengertian bahwa materi-materi yang diajarkan kepada siswa bukan hanya sebagai hafalan, namun lebih dari itu pemahaman siswa akan konsep materi pelajaran itu sendiri. Hasil kajian dan pengamatan di kelas IV SDN , menunjukkan bahwa pembelajaran operasi hitung perkalian pada umumnya disajikan secara verbal melalui ceramah sehingga siswa merasa bosan dan jenuh untuk mengikuti proses pembelajaran.

Hal ini menyebabkan rendahnya aktivitas belajar siswa yang berakibat pada hasil belajar yang mereka peroleh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Seberapa besar peningkatan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran operasi hitung perkalian melalui penggunaan metode discovery di SDN  Kelas IV. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK ini terdiri dari tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap kegiatan terdiri dari: perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, observasi, dan refleksi. Peneliti dalam PTK ini berkolaborasi dengan teman sejawat dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 35 siswa.
 Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5

Wednesday, 6 May 2015
PENERAPAN MODEL CONCEPT SENTENCE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS IV

PENERAPAN MODEL CONCEPT SENTENCE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS IV

PENERAPAN MODEL CONCEPT SENTENCE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS IV

 Penelitian ini dilatarbelakangi karena beberapa permasalahan siswa dalam menulis karangan. Hal ini didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa siswa kurang tertarik untuk mengikuti pembelajaran menulis, siswa memiliki kesulitan dalam mengungkapkan ide/gagasan serta belum dapat menggunakan ejaan dengan tepat. Untuk menjawab hal tersebut, dilakukan penelitian tindakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang sejalan dengan tujuan pembelajaran. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi dengan menerapkan model concept sentence. 

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) mengungkapkan perencanaan pembelajaran concept sentence pada materi menulis karangan narasi, (2) mengungkapkan pelaksanaan penerapan model concept sentence pada materi menulis karangan narasi, dan (3) mengungkapkan peningkatan hasil belajar siswa setelah menerapkan model concept sentence pada materi menulis karangan narasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang diadaptasi dari model Kemmis dan Mc. Taggart. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Setiap tahapan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus. 
 Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5

Penggunaan Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika Tentang Bangun Datar di Kelas V

Penggunaan Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika Tentang Bangun Datar di Kelas V

Penggunaan Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika Tentang Bangun Datar di Kelas V SD Negeri  dilatarbelakangi oleh temuan-temuan dalam proses pembelajaran di lapangan sebelum menerapkan pembelajaran kontekstual, terutama dalam mata pelajaran matematika di Kelas V, yang ternyata masih rendahnya pencapaian hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran yang dimaksud. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah; pertama bagaimana perencanaan penggunaan pembelajaran kontekstual, kedua bagaimana proses penggunaan pembelajarannya, serta ketiga bagaimana hasil belajar siswa dengan penggunaan pembelajaran kontekstual tentang bangun datar.

Tujuan dari penelitian ini intinya adalah untuk mendeskripsikan perencanaan pendekatan kontekstual, memperoleh data tentang proses pelaksanaan dan ingin mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Sarilamping dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Prosedur pelaksanaanya merujuk pada model Kurt Lewin. Instrumen dan teknik pengumpulan data yang dikembangkan berupa; daftar pertanyaan, lembar tes, lembar observasi, dan lembar angket.
Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN PENDAPAT DALAM BERNEGOSIASI : Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas X Sosial 2 SMA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN PENDAPAT DALAM BERNEGOSIASI : Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas X Sosial 2 SMA


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN PENDAPAT DALAM BERNEGOSIASI : Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas X Sosial 2 SMA

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pembelajaran berbicara yang terjadi pada siswa kelas X Sosial 2 SMA Negeri 1 . Siswa kelas X Sosial 2 mengalami kesulitan mengungkapkan pendapat ketika berbicara di depan umum. Siswa masih merasa kesulitan pada penyusunan kosakata dan struktur kata dalam berbicara. Siswa memerlukan model pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan ketika berbicara di depan kelas. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dianggap mampu menjadi alternatif bagi guru dalam melakukan pembelajaran di kelas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) perencanaan pembelajaran mengungkapkan pendapat dalam bernegosiasi menggunakan model PBM, (2) pelaksanaan pembelajaran mengungkapkan pendapat dalam bernegosiasi menggunakan PBM, dan (3) hasil pembelajaran mengungkapkan pendapat dalam bernegosiasi menggunakan model PBM.

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran mengungkapkan pendapat dalam bernegosiasi menggunakan model PBM, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menggunakan model PBM, dan (3) hasil pembelajaran menggunakan model PBM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi.
 Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS VIII

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS VIII

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran IPS melalui penerapan metode pembelajaran Course Review Horay di kelas VIII F SMP Negeri 1  karena motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran IPS masih rendah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Subjek penelitian peserta didik kelas VIII F SMP Negeri dengan jumlah 32 orang. Penelitian dilakukan secara kolaborasi. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus.

penelitian tindakan kelas
Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dokumentasi, dan catatan lapangan. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode, sumber, dan teori. Kriteria keberhasilan tindakan dalam penelitian ini dikatakan berhasil jika persentase motivasi belajar mencapai 75%. download link
Penelitian Tindakan Kelas: PENGGUNAAN MEDIA TAYANGAN RAGAM INDONESIA DENGAN TEKNIK TRANSFORMASI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN TEKS TANGGAPAN DESKRIPTIF:

Penelitian Tindakan Kelas: PENGGUNAAN MEDIA TAYANGAN RAGAM INDONESIA DENGAN TEKNIK TRANSFORMASI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN TEKS TANGGAPAN DESKRIPTIF:

Penelitian Tindakan Kelas: PENGGUNAAN MEDIA TAYANGAN RAGAM INDONESIA DENGAN TEKNIK TRANSFORMASI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN TEKS TANGGAPAN DESKRIPTIF:

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah yang terdapat dalam pembelajaran menyusun teks tanggapan deskriptif, yakni siswa kesulitan dalam menemukan dan mengembangkan ide atau gagasan ke dalam sebuah tulisan, siswa kurang menguasai struktur dan kaidah teks tanggapan deskriptif, serta media dan teknik pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi sehingga tidak menarik minat belajar siswa. Penelitian ini berupaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun teks tanggapan deskriptif melaluipenggunaan media tayangan Ragam Indonesia dengan teknik transformasi. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-D yang berjumlah 37 orang.

Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5
SEKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN TPS DENGAN PEDEKATAN CTL PADA MATERI POKOK SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA

SEKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN TPS DENGAN PEDEKATAN CTL PADA MATERI POKOK SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA

Penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Manakah yang lebih baik prestasi belajarnya, siswa yang diberi pembelajaran TPS (Think Pair Share ) CTL, model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions), atau pembelajaran langsung. (2) Manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik, siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik, gaya belajar visual atau gaya belajar auditorial. (3) Pada masing-masing gaya belajar, manakah yang lebih baik prestasi belajarnya, siswa yang diberi pembelajaran TPS (Think Pair Share ) dengan pendekatan CTL, model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) dengan pendekatan CTL, atau pembelajaran langsung. (4) Pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik, siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik, gaya belajar visual atau gaya belajar auditorial. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten  tahun pelajaran 2012/2013.

Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Stratified cluster random sampling, terpilih tiga sekolah yaitu SMP Negeri....... Diperoleh sampel berukuran 304 siswa, dengan rincian 103 pada kelas eksperimen satu, 101 pada kelas eksperimen dua dan 100 pada kelas eksperimen tiga. Teknik pengumpulan data meliputi metode dokumentasi untuk mencari data kemampuan awal berupa nilai UTS, metode tes untuk tes prestasi belajar matematika sistem persamaan linear dua variabel, serta metode angket untuk mengetahui gaya belajar siswa. Uji coba instrumen tes meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas. Uji coba instrumen angket meliputi validitas isi, konsistensi internal dan reliabilitas. Uji keseimbangan terhadap tiga kelompok sampel menggunakan uji F. Uji prasyarat dilakukan dengan metode Lilliefors untuk uji normalitas dan metode Bartlett untuk uji homogenitas. Uji hipotesis yang digunakan adalah anava dua jalan 3x3 dengan sel tak sama.
Tuesday, 5 May 2015
no image

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR IPS MELALUI METODE RESITASI PADA SISWA KELAS VII A SMP

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR IPS MELALUI METODE RESITASI PADA SISWA KELAS VII A SMP

 Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui bagaimana penggunaan metode resitasi dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas VII A SMP Negeri; 2) Untuk menjelaskan peningkatan minat belajar IPS dengan menggunakan metode resitasi pada siswa kelas VII A SMP Negeri 2.Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas atau classroom action research dan mengacu pada model model Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian adalah siswa SMP N 2  kelas VII A dengan jumlah 25 siswa. Penelitian ini berlangsung dalam 2 siklus. Satu siklus terdiri dari 2 pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Untuk keabsahan data digunakan metode triangulasi. Kriteria keberhasilan tindakan ini adalah apabila rata-rata persentase indikator minat belajar siswa mencapai persentase di atas 75%.
Link Download

no image

IMPLEMENTASI METODE HOT CHAIR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 1 SMA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi metode Hot Chair untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 .  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipasif, dengan desain penelitian model Kemmis dan Mc. Taggart yang dilaksanakan dengan tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan serta refleksi. Penelitian dilaksanakan di SMA N 2  dengan subyek penelitian adalah 31 siswa pada kelas XI IPS 1 SMA N 2 layen. Penelitian berlangsung dalam dua siklus yang terdiri dari 4 kali pertemuan. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket, catatan lapangan, serta dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif sederhana. download link

no image

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X 

 Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan Motivasi Belajar Akuntansi siswa kelas X Akuntansi 1 SMK  dengan Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS), (2) mengetahui respon siswa kelas X Akuntansi 1 SMK Koperasi Yogyakarta terhadap Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dilaksanakan dalam bentuk partisipatif dan kolaboratif selama dua siklus. Tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif dan angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase perolehan skor Motivasi Belajar Akuntansi dengan skor maksimal kemudian dipersentasekan, lalu hasil tersebut disajikan dalam tabel dan grafik dan terakhir penarikan kesimpulan.
Download
ANALISIS KEMAMPUAN INKUIRI SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN LEVELS OF INQUIRY MODEL PADA TOPIK GERAK BUMI

ANALISIS KEMAMPUAN INKUIRI SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN LEVELS OF INQUIRY MODEL PADA TOPIK GERAK BUMI

Berdasarkan KTSP, pendidikan IPA bukan hanya diarahkan untuk mampu menguasai kumpulan pengetahuan tetapi juga memerlukan adanya proses penemuan sehingga IPA perlu diarahkan untuk inkuiri. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa pada umumnya astronomi yang di dalamnya memuat materi gerak bumi diajarkan melalui metode ceramah dan siswa hanya memperoleh informasi mengenai materi ini berasal dari buku.

smp, IPA, Penelitian Tindakan Kelas
Menurut Wenning tidak semua guru IPA menerapkan inkuiri secara efektif, sehingga Wenning mengusulkan enam tingkatan inkuiri yang dinamakan levels of inquiry model yang tingkatannya terdiri dari discovery learning, interactive demonstration, inquiry lesson, inquiry labs, real-world application, dan hypothetical inquiry. Penelitian ini diberi judul “Analisis kemampuan inkuiri siswa SMP melalui pembelajaran levels of inquiry model pada topik gerak bumi.” Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan inkuiri siswa melalui pembelajaran levels of inquiry model pada topik gerak bumi. Alat pengumpul data berupa rubrik penilaian kemampuan inkuiri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengolahan data kemampuan inkuiri dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata kemampuan inkuiri yang diperoleh siswa.

  Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5

Monday, 4 May 2015
PENGGUNAAN CATATAN MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI POKOK PERISTIWA ALAM : Penelitian Tindakan Kelas di Kelas V

PENGGUNAAN CATATAN MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI POKOK PERISTIWA ALAM : Penelitian Tindakan Kelas di Kelas V

Penggunaan catatan mind map untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA dimaksudkan sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah di kelas agar pembelajaran IPA dapat berjalan sebagaimana mestinya, terutama di kelas V SDN Barunagri Lembang. Sehingga tidak ditemukan lagi permasalahan pada saat berlangsungnya pembelajaran, permasalahan tersebut antara lain disebabkan karena guru hanya menerapkan metode ceramah saja sehingga pembelajaran terkesan monoton. Hal ini berdampak pada rata-rata nilai hasil belajar siswa yang masih belum memenuhi standar KKM yang telah ditetapkan yaitu 68. Sehingga, perlu adanya perubahan dalam pembelajaran di kelas. Salah satunya dengan menggunakan catatan mind map.

PENGGUNAAN CATATAN MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI POKOK PERISTIWA ALAM : Penelitian Tindakan Kelas di Kelas V
Mind map merupakan teknik mencatat kreatif bagi siswa yang mengolaborasikan antara unsur gambar, garis, simbol, warna, dan kata. Teknik mencatat ini dirancang untuk mengaktifkan kinerja otak kiri dan kanan sehingga siswa akan lebih mudah mengingat informasi yang dipelajari. Dengan demikian, pelaksanaan pembelajaran dan nilai hasil belajar siswa diharapkan dapat meningkat. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Taggart dimana kegiatan observasi dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, setiap siklusnya terdiri atas kegiatan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

  Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5
Penelitian Tindakan Kelas: PENGGUNAAN MEDIA STIK ES CREAM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PERKALIAN BILANGAN CACAH

Penelitian Tindakan Kelas: PENGGUNAAN MEDIA STIK ES CREAM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PERKALIAN BILANGAN CACAH

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai hasil ulangan matematika pada materi pokok perkalian. Hal ini ditandai dengan pencapaian Kriteria ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah dengan nilai 65 yang hanya mencapai 25%, padahal dari gugus kecamatan buah batu kriteria ketuntasan minimal siswa dikatakan cukup apabila mencapai 70%. Demikian pula cara guru melaksanakan pembelajaran masih bersifat konvensional yaitu hanya menggunakan metode ceramah. Penelitian ini difokuskan pada penggunaan media stik es cream untuk meningkatkan keterampilan perkalian bilangan cacah.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) mengungkap perencanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan media stik es cream terhadap siswa kelas IV (2) mengungkap pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan media stik es cream terhadap siswa kelas IV dan (3) mengungkap peningkatan hasil belajar dengan menggunakan media stik es cream. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadaptasi Kurt Lewin  dengan tiga siklus, yang pada setiap siklusnya dilakukan satu tindakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV semester I SDN yang berjumlah 49 siswa.

  Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5



 Penelitian Tindakan Kelas: MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG BENDA DAN SIFATNYA DENGAN PENERAPAN METODE INQUIRI DI KELAS IV

Penelitian Tindakan Kelas: MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG BENDA DAN SIFATNYA DENGAN PENERAPAN METODE INQUIRI DI KELAS IV

Latar belakang penelitian ini adalah Dalam belajar IPA siswa kelas IV terlihat kurangnya minat Siswa. Siswa cenderung diam sehingga tidak terjadi suasana belajar yang aktif. Hal ini mengakibatkan nilai sebagian besar siswa belum mampu mencapai kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran IPA di SDN  yakni 65. Dari 40 siswa, 16 orang mendapatkan nilai 65-100 atau 40% dan sisanya yaitu 24 orang siswa mendapat nilai di bawah 65 atau atau 60%.

 Penelitian Tindakan Kelas: MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG BENDA DAN SIFATNYA DENGAN PENERAPAN METODE INQUIRI DI KELAS IV
Berdasarkan permasalahan diatas maka, rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode inquiri untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa Sekolah Dasar pada mata pelajaran IPA adapun secara khusus yaitu Bagaimanakah rencana pelaksanaan pembelajaran, bagaimanakah pelaksanaan, dan bagaimana peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA untuk materi benda dan sifatnya di kelas IV SDN  dengan penerapan metode inquiri. Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pelaksanaan pembelajaran, bagaimana pelaksanaan serta hasil belajar siswa setelah penerapan metode inquiri. Metode Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (Class Room Action) dengan model PTK yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mctaggart. Teknik pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas ini menggunakan lembar observasi dan tes. Data Obervasi meliputi Kesimpulan. Tes dengan bentuk essay.

  Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5

PENGGUNAAN MULTIMEDIA BERBASIS KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA TENTANG POKOK BAHASAN PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN

PENGGUNAAN MULTIMEDIA BERBASIS KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA TENTANG POKOK BAHASAN PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN

Penelitian ini dilatarbelakangi pemasalahan yakni belum adanya penggunaan multimedia berbasis komputer dalam proses belajar mengajar, belum adanya penggunaan yang optimal dari fasilitas dan sarana sekolah yang sudah ada seperti komputer atau laptop dan LCD, hasil belajar siswa dalam pembelajaran perkembangbiakan tumbuhan kurang dikuasai. Berdasarkan permasalahan pokoknya adalah: Bagaimana perencanaan pembelajaran pada materi perkembangbiakan tumbuhan di SD  dengan multimedia berbasis komputer? Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran IPA pada materi perkembangbiakan tumbuhan dengan multimedia berbasis komputer?


Bagaimana hasil belajar siswa SD Negeri  dengan multimedia berbasis komputer dalam pembelajaran perkembangbiakan tumbuhan? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA materi perkembangbiakan tumbuhan melalui penggunaan multimedia berbasis komputer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Targart melalui empat langkah tahapan: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Alur penelitian dilakukan dua siklus.
 Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5


no image

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS V

Berawal dari temuan di lapangan, rendahnya hasil evaluasi mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Dengan hal ini diketahui bahwa pembelajaran menulis siswa masih dalam kondisi memprihatinkan. Hal ini dapat terlihat dari proses pembelajaran siswa yang masing menganggap bahwa proses pembelajaraan menulis itu sangat menyulitkan. Hal ini terjadi karena kurangnya pemberian pembelajaran yang intensif dan pemberian media yang kurang menarik siswa dalam proses pembelajaran menulis. Sehingga pembelajaran tersebut menjadi membosankan dan kurangnya motivasi belajar siswa. Menulis karangan merupakan salah satu kemampuan atau kemahiran yang harus dikuasai dan dimiliki seseorang dengan mengungkapkan ide atau gagasan dari sebuah pemikiran yang dituangkan kedalam sebuah tulisan dengan menggunakan tata bahasa sehingga menghasilkan tulisan yang jelas dan dapat dibaca. Awal perencanaan pembelajaan dirancang dengan sangat teliti, sehingga dalam pelaksanaan proses pembelajaran menulis karangan deskripsi siswa sangat menarik dan hasil dari proses pembelajaran tersebut sangat memuaskan dengan perolehan nilai setiap siklusnya meningkat melebihi nilai KKM. Prosedur penelitian ini dilakukan dengan tigas siklus, setiap siklusnya dilakukan dengan empat tahap, yaitu 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, 3) Observasi dan 4) Refleksi. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas belajar siswa meningkat sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan dalam mendeskripsikan rencana pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan menggunakan media audio visual yang dilakukan dengan berbagai tahap sebagai berikut: memahami pengertian dari karangan deskripsi, pengamatan sebuah objek, pembuatan tema dan judul karangan, pembentukan kerangka karangan, pengembangan kerangka karangan dan merefisi hasil karangan. Proses pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan menggunakan media audio visul dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas V SDN
  Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5
Sunday, 3 May 2015
no image

PENGGUNAAN MEDIA TALI PAS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BILANGAN ROMAWI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

PENGGUNAAN MEDIA TALI PAS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BILANGAN ROMAWI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

Penelitian ini dilakukan di SDN ....... Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar siswa yang rendah pada mata pelajaran Matematika materi bilangan Romawi. Masih banyak siswa yang nilainya di bawah KKM, adapun KKM yang ditetapkan oleh guru yaitu 62. Hasil belajar siswa yang rendah terjadi karena pembelajaran yang berlangsung tidak menggunakan media pembelajaran, guru hanya menjelaskan kemudian memberikan soal kepada siswa. Penelitian ini difokuskan pada peningkatan hasil belajar siswa pada ranah kognitif dengan penggunaan media Tali PAS dengan subjek penelitian kelas IVB yang berjumlah 32 orang siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan perencanaan, pelaksanaan dan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media Tali PAS. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadaptasi model Kemmis & Mc. Taggart dengan tiga siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post - test, lembar observasi guru dan siswa, dan foto.

no image

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA : Penelitian Tindakan Kelas pada Materi Bangun Ruang di Kelas VA


Penelitian ini dilatar belakangi dengan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VA SDN 2 Cibodas. Hal tersebut terbukti dari hasil Ujian Tengah Semester (UTS), hampir sebagian besar siswa mendapatkan hasil di bawah KKM matematika. Hanya 38,88 % dari 36 siswa yang memperoleh hasil di atas KKM. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran serta peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi bangun ruang dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaboratif. Tindakan dilaksanakan dalam tiga siklus dengan setiap siklus terdiri dari dua tindakan. Pada setiap siklus, siswa diberikan tes akhir siklus untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Instrumen yang digunanakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar wawancara, catatan lapangan dan tes akhir. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. 

no image

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR: Penelitian Tindakan Kelas pada standar kompetensi energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari


 Penelitian ini bertujuan untuk mandeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan metode eksperimen dalam memecahkan permasalahan sehari-hari dan menambah pengalaman belajar siswa kelas IV SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model Kemmis & Mc. Taggart dengan dua siklus, yang setiap siklusnya dilaksanakan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kerja siswa, tes hasil belajar, lembar observasi, dan angket. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV semester II SD Kartika X-3 Parongpong yang berjumlah 23 siswa. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ekpserimen, yang terdiri dari dua tahap pembelajran yakni tahap perencanaan yang meliputi kegiatan menerangkan metode eksperimen, membicarakan terlebih dahulu permasalahan yang dapat diangkat, menetapkan alat-alat yang diperlukan, menentukan langkah-langkah apa saja yang perlu dicatat dan variabel-variabel yang harus dikontrol, dan tahap pelaksanaanyang meliputi melaksanakan pembelajaran dengan metode eksperimen, mengumpulkan laporan, memproses kegiatan dan mengadakan tes untuk menguji pemahaman siswa. Berdasarkan analisis dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan penerapan metode eksperimen maka hasil temuan pertama, ternyata Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang digunakan pada siklus pertama dan siklus kedua dapat dijadikan rambu-rambu bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan metode eksperimen dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran materi energi panas dan energi bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar dengan menggunakan metode eksperimen 

no image

IMPLEMENTASI TEKNIK BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DAN BERBICARA SISWA KELAS II SD

 IMPLEMENTASI TEKNIK BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DAN BERBICARA SISWA KELAS II SD
Penelitian ini dilatarbelakangi karena keterbatasan siswa dalam menyimak dan menceritakan kembali mengenai dongeng yang telah disampaikan. Hal tersebut diindikasikan terjadi karena keterbatasan kemampuan yang dimiliki guru dalam menyampaikan dongeng kepada siswa. Selain itu untuk keterampilan berbicara, siswa tidak memiliki keberanian dalam menceritakan kembali dongeng di depan kelas. Atas dasar tersebut maka peneliti menggunakan teknik bercerita untuk meningkatkan ketrampilan menyimak dan bericara siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), dan yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas II SDN  yang berjumlah 25 siswa.
 Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5
no image

IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUMBER DAYA ALAM :Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV

IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUMBER DAYA ALAM :Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV

 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai siswa pada mata pelajaran IPA yang diperoleh dari siswa kelas IV SDN 2 . Hal ini diakibatkan karena pembelajaran konvensional yang kurang efektif dan selalu berpusat pada guru mengakibatkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa kurang dari KKM. Peneliti tertarik untuk mengungkap upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model Project Based Learning pada siswa kelas IV dalam mata pelajaran IPA materi sumber daya alam di SDN 2 . Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SDN 2 yang berjumlah 29 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes dan lembar observasi. Penelitian ini dapat memperoleh gambaran mengenai perencanaan pemebalajaran, mengungkap pelaksanaan pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Dalam pelaksanaannya penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

no image

PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA PADA MATERI SIFAT – SIFAT CAHAYA

PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA PADA MATERI SIFAT – SIFAT CAHAYA 

 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil kajian dan pengamatan langsung di kelas V SDN  yang menunjukkan bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada umumnya disampaikan melalui metode yang kurang inovatif dan masih berpusat pada guru. Selain itu nilai yang dicapai siswa pada pembelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya masih rendah. Hal tersebut ditandai dengan 50% siswa belum mencapai nilai KKM yaitu 65 dan rata-rata kelas 57,5. Salah satu pendekatan yang dapat dijadikan alternatif adalah pendekatan inkuiri karena siswa dituntut aktif dan berpikir kritis untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Pendekatan seperti ini lebih bermakna daripada hanya mendengarkan ceramah dari gurunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan peningkatan hasil belajar siswa pada materi sifat-sifat cahaya setelah menerapkan pendekatan inkuiri. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan mengadaptasi model Kemmis & Mc. Taggart dengan dua siklus dan masing-masing satu tindakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN yang berjumlah 26 orang.

no image

PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI PERISTIWA ALAM DI KELAS V SEMESTER 2

 PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI PERISTIWA ALAM DI KELAS V SEMESTER 2

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran IPA pada materi pokok daur air di kelas V SDN. Hal tersebut ditandai dengan perolehan nilai rata-rata siswa 54,93 padahal target yang diharapkan adalah 62, persentasi siswa yang mencapai KKM hanya sebesar 28%, dan pembelajaran bersifat klasikal hanya menggunakan metode ceramah. Penelitian ini ditujukan untuk menerapkan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran IPA pokok bahasan Peristiwa Alam. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah untuk mendeskripsikan tentang (1) perencanaan pembelajaran mata pelajara IPA materi peristiwa alam untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan pendekatan inkuiri; (2 pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran IPA materi Peristiwa Alam untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan pendekatan inkuiri; (3) peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA materi Peristiwa Alam melalui pendekatan inkuiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadaptasi model Kemmis Mc. Taggart dengan tiga siklus.
no image

Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Media Lingkungan Sekitar Kelas IV

Penelitian berjudul “Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Media Lingkungan Sekitar Kelas IV Sekolah Dasar Negeri ....”. Dalam penelitian ini masalah yang dibahas tentang bagaimana meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan media lingkungan sekitar kelas IV SDN Inpres . Secara khusus penelitian ini dapat dirumuskan tentang apa lingkungan sekitar sebagai media dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas IV SDN , bagaimana proses berlangsungnya kegiatan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan media lingkungan pada siswa kelas IV SDN Inpres , dan bagaimana hasil pembelajaran menulis karangan berbagai topik sederhana dengan menggunakan media lingkungan sekitar pada siswa kelas IV SDN. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas IV SDN Inpres  dalam menulis karangan deskripsi. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dimana penelitian tindakan kelas merupakan salah satu jenis penelitian yang dapat dilakukan oleh guru sebagai pengelola pendidikan dengan menggunakan empat komponen penelitian yaitu tahap persiapan, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap analisis dan refleksi.

 Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5

Friday, 1 May 2015
no image

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TAI BERBASIS INKUIRI

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TAI BERBASIS INKUIRI 

 Peningkatan Hasil Belajar IPA melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe TAI Berbasis Inkuiri. Penerapan strategi belajar yang tidak optimal dan monoton menjadi latar belakang penelitian ini. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketercapaian hasil belajar siswa dengan model belajar Kooperatif Tipe TAI Berbasis Inkuiri pada materi Peredaran Darah mata pelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan mengadopsi model Kemmis & McTaggart melalui dua siklus pembelajaran.


no image

KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI KONSEP ENERGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH


 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan kognitif siswa dalam pelajaran IPA materi konsep energi. Dari penelitian sebelumnya, peneliti lebih banyak menitik beratkan pada pengukuran hasil belajar siswa bukan pada kemampuan kognitif walaupun pada pelaksanaannya guru hanya mengukur kemampuan kognitif tanpa pengukuran terhadap kemampuan afektif dan psikomotor siswa. Selain itu guru di sekolah dasar hanya mengukur kemampuan kognitif pada jenjang mengingat, memahami dan mengaplikasikan saja bukan diukur hingga enam jenjang kemampuan kognitif. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk 1) memperoleh gambaran profil kemampuan kognitif siswa sekolah dasar dari jenjang terendah,yaitu mengingat hingga jenjang tertinggi yaitu membuat, 2) mengukur kemampuan penguasaan konsep siswa terhadap materi konsep energi melalui model pembelajaran kooperatif tipe make a match, dan 3) mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe make a match. Penelitian ini berupa deskriptif.



no image

PENERAPAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI KENAMPAKAN BULAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya nilai ulangan mata pelajaran IPA di kelas IV yaitu sebanyak 65% siswa mendapatkan nilai dibawah nilai KKM yang telah ditentukan yaitu 70. Demikian pula cara guru melaksanakan pembelajaran masih cenderung masih menggunakan metode ceramah, selain itu sumber informasi hanya bergantung pada buku paket IPA. Penelitian ini ditujukan pada penerapan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran IPA materi kedudukan bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai perencanaan, pelaksanaan dan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan Konstruktivisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadaptasi model Kemmis & Mc. Taggart dengan tiga siklus, yang pada setiap siklusnya dilakukan satu tindakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV semester II SDN  yang berjumlah 28 orang. Hasil penelitian dengan menerapkan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran IPA menunjukkan adanya peningkatan proses pembelajaran, terlihat siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, nilai siswa dalam pembelajaran IPA mengalami peningkatan.

Kata kunci : konstruktivisme, hasil belajar.

no image

PENERAPAN METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI MENGOMENTARI PERSOALAN FAKTUAL: Penelitian Tindakan Kelas di SDN

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia yang pencapaiannya hanya 4 siswa yang terampil berbicara yang disebabkan oleh siswa yang terbiasa memakai bahasa ibunya dan malu-malu untuk berbicara di depan kelas. Selain itu, guru sering menggunakan metode yang kurang sesuai dengan materi sehingga tidak merangsang keterampilan berbicara siswa.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian yang ingin dicapai ialah, (1) perencanan pembelajaran Bahasa Indonesia materi mengomentari persoalan faktual melalui Metode Role Playing di kelas V SDN I , (2) pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia materi mengomentari persoalan faktual melalui penerapan Metode Role Playing di kelas V SDN I Sukanagara, (3) peningkatan keterampilan berbicara siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi mengomentari pesoalan faktual melalui penerapan Metode Role Playing di kelas V SDN I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan mengadaptasi model Kemmis&Mc Taggart dengan jumlah tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN  dengan jumlah siswa sebanyak 37 siswa. Instrument yang digunakan adalah berupa perfomant tes dan lembar observasi.

 Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5
no image

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM PAIR SOLO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA: Penelitian Tindakan Kelas pada Materi Bilangan Pecahan

Penelitian ini dilaksanakan di SDN  di kelas VB semester 2 dengan jumlah siswa 36 orang, dilatar belakangi oleh rendahnya nilai UTS siswa kelas VB semester 2, kesulitan siswa untuk menyelesaikan soal cerita dikarenakan sudah tertanam anggapan bahwa matematika adalah hal yang sulit dan menakutkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan dan pelaksanaan menganai pembelajaran Matematika dengan model Cooperative Learning tipe Team Pair Solo serta peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi bilangan pecahan dengan model Cooperative Learning tipe Team Pair Solo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas melalui 2 siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil temuan yang ditemukan yaitu perencanaan pembelajaran yang dibuat sesuai dengan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran berlangsung dengan lancar dan kondusif, serta terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi bilangan pecahan selama penelitian berlangsung. Rekomendasi untuk guru dan untuk peneliti selanjutnya agar penelitian mengenai model Cooperative Learning tipe Team Pair Solo ini dilanjutkan pada pelajaran atau materi lain.

Kata Kunci : model Cooperative Learning tipe Team Pair Solo, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Bilangan Pecahan
 Download 1 Download 2 Download 3 Download 4  Download 5
Copyright © 2013 Penelitian Tindakan Kelas dan Kependidikan All Right Reserved